UNM Terapkan Kurikulum dan CPL Terstandar, WR I Prof. Aslinda Gagas Transformasi Sistem Akademik 

- Penulis

Sabtu, 4 Juli 2026 - 19:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAKASSAR, SULAWESI SELATAN (Kabar PROFESIANA.co.id) — Berbagai fenomena dalam tatakelola akademik di Universitas Negeri Makassar (UNM) telah menimbulkan hambatan dan kesulitan bagi mahasiswa di dalam menyelesaikan studinya. Salah satu dugaan penyebabnya karena tidak adanya satu kurikulum yang menjadi acuan. Masing-masing program studi (prodi) menyusun kurikulum sehingga terdapat perbedaan, di antaranya besaran nilai satuan kredit semester (SKS).

Hal itu disampaikan Wakil Rektor I Bidang Akademik, Prof.Dr. Aslinda, M.Si. dalam laporan sebagai penanggung jawab kegiatan perubahan kurikulum prodi dalam kegiatan Lokakarya Penginputan Mata Kuliah Kurikulum dan CPL Terstandar pada Sistem New SIA UNM, Sabtu (4/7/2026) di Ballroom D Lantai 1 Gedung Menara Pinisi.

Di depan sekitar 126 orang Koordinator Prodi dari jenjang pendidikan D3, Sarjana Terapan (D4), Sarjana, Magister, hingga Doktor, Prof. Aslinda mengatakan bahwa perubahan kurikulum yang terstandar dilakukan untuk memperbaiki sistem akademik yang selama ini selalu menimbulkan masalah.

Prof. Aslinda mencontohkan bahwa terdapat penomoran mata kuliah yang berbeda, termasuk Mata Kuliah Dasar Umum (MKDU). Nama mata kuliah berbeda. Bahkan, SKS juga berbeda, misalnya MKDU Mata Kuliah Pendidikan Agama Islam, ada yang 2 SKS dan 3 SKS.

Baca Juga :  Membanggakan, Tim UNM Sabet Juara III Lomba Debat Kemaritiman KKMN ke-13 Tahun 2025 di Unhas Makassar

“Bahkan, ada mahasiswa yang terkendala satu mata kuliah dengan 1 SKS untuk menyelesaikan studi. Bayangkan, dalam kurikulum mengapa ada 1 SKS. Hal ini bakal menyulitkan mahasiswa memenuhi target jumlah SKS yang harus dilulusi,” ungkap Prof. Aslinda.

Penyebab kedua, jelas Prof. Aslinda, adanya peraturan kementerian yang mewajibkan semua perguruan tinggi melakukan perubahan kurikulum menjadi terstandar. Pemerintah menetapkan kurikulum berstandar dan berbasis Outcome Based Education (OBE).

Ia lanjut menjelaskan, OBE adalah pendekatan sistem pendidikan yang berfokus pada hasil akhir (kompetensi/kemampuan mahasiswa) setelah menyelesaikan masa pembelajaran, bukan sekadar penyampaian materi. Di Indonesia, kurikulum ini kini menjadi standar wajib bagi perguruan tinggi.

“Alhamdulillah, telah selesai sebanyak 126 kurikulum prodi dengan rincian jenjang pendidikan D3 sejumlah 1 prodi, Sarjana Terapan 10 prodi, Sarjana 76 prodi, Magister 27 prodi, dan Doktor 12 prodi. Ke-126 kurikulum prodi akan diinput di New SIA UNM untuk diimplementasikan,” katanya.

Perubahan lain dalam kurikulum terstandar adalah penetapan tiga mata kuliah sebagai penciri universitas, yaitu kewirausahaan, literasi sains dan seni, dan pendidikan inklusi khusus prodi kependidikan.

Baca Juga :  Rektor UNM Me-launching Aplikasi Penginputan Nilai

“Selama ini, hanya satu mata kuliah penciri universitas, yaitu kewirausahaan. Hal ini selalu menjadi temuan para asesor dalam akreditasi prodi karena belum sepenuhnya sejalan dengan visi, misi, dan tujuan UNM,” tegas Prof. Aslinda.

Kegiatan lokakarya ini dibuka oleh Pelaksana Tugas (Plt.) UNM, Prof.Dr. Farida Patittingi,S.H., M.Hum. yang menyampaikan apresiasi kepada semua koordinator prodi yang selalu memberikan pengabdian terbaik kepada UNM, seperti yang akan dilakukan dengan menginput kurikulum dan CPL terstandar ke sistem New SIA UNM.

“Prodi adalah jantung akademik UNM. Di prodilah semua terkait dengan kapasitas, kualitas, dan kepastian lahirnya lulusan yang berkualitas dan hebat,” tegasnya.

Prof. Farida mengajak para koordinator prodi untuk terus bersinergi dalam melakukan transformasi dengan berlari kencang. Mari melakukan pembenahan sistem akademik dan kemahasiswaan.

“Saya mengapresiasi lahirnya tiga mata kuliah penciri universitas. Mata kuliah kewirausahaan akan melahirkan pemimpin berjiwa enterpreneurship. Mahasiswa butuh penguatan karakter sehingga mampu beradaptasi di dunia pekerjaan,” pungkasnya. (Ans/Why)

Berita Terkait

Mahasiswa PPG UNM Calon Guru Gelombang I Tahun 2026 Akhiri PPL di SMP Negeri 2 Makassar
Outing Class SMPIT Plus Qurthuba, Kunjungi Laboratorium FMIPA UNM
ICILLCE 2026 Hadirkan Enam Narasumber dari Lima Negara dan 154 Pemakalah, Jadi Pionir Tata Kelola Konferensi Akuntabel di FBS UNM
Dua Tim FBS UNM Tembus PIMNAS 2026, Prof Anshari: Jangan Puas Hanya Sampai Semarang
Waka II BAZNAS Sebut Innovation Expo Bertanda Kampus dan BAZNAS Mulai Tersambung
Dosen FIKK UNM Turun ke Sekolah, Perkuat Literasi Kesehatan dan Edukasi Obat melalui Aksi World Pharmacists Day
Dampingi BEM FMIPA UNM Sabet Prestasi, Ansarullah Dinobatkan sebagai Dosen Pendamping Terbaik Abdidaya Ormawa 2026
Dosen FIKK UNM Jadi Narasumber Nasional, Dr. Muhammad Harliawan Paparkan Hasil Riset Konsistensi Berolahraga dalam Forum APKI

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 12:06 WIB

Mahasiswa PPG UNM Calon Guru Gelombang I Tahun 2026 Akhiri PPL di SMP Negeri 2 Makassar

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:34 WIB

Outing Class SMPIT Plus Qurthuba, Kunjungi Laboratorium FMIPA UNM

Kamis, 29 Oktober 2026 - 15:26 WIB

ICILLCE 2026 Hadirkan Enam Narasumber dari Lima Negara dan 154 Pemakalah, Jadi Pionir Tata Kelola Konferensi Akuntabel di FBS UNM

Kamis, 29 Oktober 2026 - 15:22 WIB

Dua Tim FBS UNM Tembus PIMNAS 2026, Prof Anshari: Jangan Puas Hanya Sampai Semarang

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:04 WIB

Waka II BAZNAS Sebut Innovation Expo Bertanda Kampus dan BAZNAS Mulai Tersambung

Berita Terbaru