Gowa, Sulawesi Selatan (KabarPROFESIANA.co.id)– Program Studi Pendidikan Bahasa Arab, Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM) bekerja sama dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UNM melaksanakan kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) dengan tema “Pendampingan Penguatan Karakter Islami bagi Pemuda Karang Taruna Kareba Bontonompo” pada Sabtu (20/6/2026).
Kegiatan yang dilaksanakan di Masjid Baitul Mukarramah Kareba, Kecamatan Bontonompo, Kabupaten Gowa ini diketuai oleh Sitti Muthmainnah, S.Ag., M.Ag. dengan anggota tim Dr. Fatkhul Ulum, Lc., M.A., Dr. Baiq Raudatussolihah, M.Pd.I., Rabiatul Adawiyah Madawat, S.Hum., M.A., dan Dessy Sintari Daoed, S.Pd.I., M.A., serta 2 orang Mahasiswa Prodi PBA. Peserta kegiatan berjumlah sekitar 15 orang pemuda dan pemudi Karang Taruna Kareba Bontonompo yang aktif dalam kegiatan kepemudaan dan kemasyarakatan.
Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat karakter Islami generasi muda melalui pengenalan nilai-nilai shiddiq, amanah, tablih, fathanah, disiplin, tanggung jawab, peduli sosial, dan etika komunikasi, serta mendorong penerapannya dalam kehidupan bermasyarakat dan organisasi kepemudaan.
Materi juga membahas tantangan pemuda di era digital, kepemimpinan berbasis pelayanan, kerja sama dan gotong royong, manajemen konflik Islami, hingga penyusunan komitmen aksi bagi pengurus dan anggota Karang Taruna.
Menurut salah seorang peserta, kegiatan ini memberikan wawasan baru tentang pentingnya karakter dalam membangun organisasi yang kuat dan dipercaya masyarakat. “Materi yang diberikan sangat relevan dengan kondisi pemuda saat ini dan memberikan motivasi kepada kami untuk lebih aktif berkontribusi di lingkungan masyarakat,” ungkap salah satu peserta.
Pemerintah dan tokoh masyarakat setempat menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut karena dinilai mampu memberikan pembinaan karakter yang dibutuhkan generasi muda saat ini. Melalui kegiatan PKM yang didukung LP2M UNM ini, diharapkan Karang Taruna Kareba Bontonompo semakin mampu menjadi wadah pembinaan pemuda yang berintegritas, berdaya, serta berperan aktif dalam pembangunan sosial dan keagamaan di lingkungan masyarakat. (rls/why/ans)


























