MAKASSAR, SULAWESI SELATAN (Kabar PROFESIANA.co.id) — Mengusung kegiatan Pengabdian Masyarakat Program Kosabangsa (Kolaborasi Sosial Membangun Masyarakat) tahun anggaran 2025 dengan Judul: *Program Kosabangsa Memberdayakan Masyarakat Nelayan Berbasis Teknologi untuk Pemulihan Ekonomi Pasca Gempa di Desa Pomululu Kecamatan Balaesang Tanjung Kabupaten Donggala Sulawesi Tengah* Ketua Pelaksana: Spetriani, S.TP, M.Sc dari Universitas Alkhairaat Palu, dan Ketua Pendamping: Prof. Dr. Ir. Bakhrani A. Rauf, MT, IPU dari Universitas Negeri Makassar (UNM) sukses menyabet predikat terbaik I dalam Kategori Kolaborasi Kelembagaan.
Raihan prestasi itu diumumkan pada puncak acara Seminar Hasil Program Kolaborasi Sosial Membangun Masyarakat (Kosabangsa) Tahun Anggaran 2025 di Balai Sidang Muktamar Universitas Muhammadiyah Makassar, Kamis-Jumat (18-19/6/2026) yang dilaksanakan Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).
Kegiatan tersebut menjadi ruang diseminasi hasil pelaksanaan program, evaluasi capaian serta berbagai praktik baik pemberdayaan masyarakat yang telah dilaksanakan oleh perguruan tinggi pelaksana dan pendamping di berbagai daerah di Indonesia.
Pelaksana Tugas (Plt.) Rektor UNM, Prof.Dr. Farida Patittingi, S.H., M.Hum. menyampaikan apresiasi tinggi dan bangga atas prestasi yang diukir oleh Ketua Tim Pendamping UNM dalam Program Kosabangsa Tahun Anggaran 2025. Menurutnya, capaian ini semakin mengukuhkan prestasi UNM di bidang pengabdian kepada masyarakat.
“Keberhasilan itu tidak terlepas dari komitmen civitas academica dalam peningkatan kualitas riset dan pengabdian. Tahun 2026, UNM berhasil meraih peringkat 1 perguruan tinggi terbanyak LPTK yang meloloskan proposal pendanaan BIMA. Sebanyak 174 judul proposal, 88 proposal untuk pengabdian dan 76 proposal untuk riset,” kata Prof. Farida Patittingi.
Sementara itu, Ketua Tim Pendamping UNM, Prof.Dr.Ir. Bakhrani A. Rauf, M.T., IPU menjelaskan bahwa penerapan program
Kosabangsa pada mitra masyarakat nelayan merupakan inovasinya sebagai ahli jamban dan sudah menghasilkan 20 Hak Cipta jamban keluarga untuk masyarakat ekonomi lemah, dan dilokasi Kosabangsa menerapkan *closet fiber* jamban keluarga sehat pada 4 rumah panggung kayu di atas air laut, menghubungkan pipa paralon 2.5 inci menuju satu septictank pasangan batu merah secara komunal, dan muncul di permukaan air melewati ketinggian air pasang maksimal sehingga tidak masuk air dalam septictank tersebut dan tidak mudah penuh, dengan demikian masyarakat di daerah pesisir pasca gempa dapat meningkatkan sanitasi lingkungan dan kesehatan masyarakat.
Prof. Bakhrani A. Rauf lanjut menjelaskan bahwa penerapan inovasi teknologi tepat guna pada mitra nelayan yaitu romponh bahan rangka dari gabus tebal dibungkus dengan bambu bundar dan bagian tengah rompong lubang kosong, dan dipasang klase (rumah berkumpulnya ikan) dari rangka rotan dibalut dengan jaring, dan memanfaatkan energi surya disertai lampu celup berwarna yang dipasang pada klase (untuk memanggil ikan).
“Dalam kegiatan program Kosabangsa ini, tim pelaksana dan pendamping juga mengikutsertakan kegiatan pelatihan pada mitra istri-istri nelayan untuk membuat aneka olahan dari ikan, yaitu pembuatan bakso, nuget, dan abon ikan. Sehingga masyarakat mitra pasca gempa bisa hidup sehat dan memiliki peningkatan penghasilan untuk kesejahteraan kedua mitra,” jelas Guru Besar Fakuktas Teknik UNM ini.
Berdasarkan hasil penilaian, Tim Pelaksana dan Tim Pendamping Kosabangsa tahun 2025 diundang oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (DPPM) Kemendiktisaintek untuk mengikuti
*Seminar Hasil Pelaksanaan pengabdian Kosabangsa thn 2025* di Unismuh Makassar pada tgl 18 sd 19 Juni 2026, dan mendapatkan penghargaan *Juara 1* kategori *Kolaborasi Kelembagaan Terbaik*.
Prof. Bakhrani A. Rauf mengungkapkan pula bahwa pada tahun 2025, UNM lolos sebagai pendamping Kosabangsa pada Perguruan Tinggi klaster Madya ke bawah sebagai Pelaksana, yaitu sebanyak 6 judul.
“Terima kasih dukungan dan arahan dari Plt. Rektor UNM kepada peneliti dan pengabdi sehingga dapat berkiprah di tingkat nasional. Semoga tahun 2026 ini semakin meningkat, sehingga UNM tetap terbaik terutama bidang pengabdian masyarakat dan penelitian pendanaan BIMA dari DPPM Kemendiktisaintek,” pungkasnya. (Ans/Why)


























