Momentum di Resepsi Milad ke-109, PD ’Aisyiyah Enrekang Tegaskan Dakwah Kemanusiaan Lewat Amal Usaha Berkemajuan

- Penulis

Selasa, 7 Juli 2026 - 05:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ENREKANG, SULAWESI SELATAN (KabarPROFESIANA.co.id) — Pimpinan Daerah (PD) ‘Aisyiyah Kabupaten Enrekang menjadikan Resepsi Milad ke-109 ’Aisyiyah sebagai momentum memperkuat dakwah kemanusiaan melalui pengembangan amal usaha yang unggul, profesional, dan berkemajuan. Kegiatan tersebut berlangsung pada Senin, 6 Juli 2026, bertepatan dengan 21 Muharram 1448 H.

Resepsi Milad ke-109 mengusung tema “Memperkokoh Dakwah Kemanusiaan melalui Amal Usaha Berkemajuan” dengan penekanan pada peran perempuan sebagai syuhadā’ ’alan-nās untuk mewujudkan peradaban damai. Kegiatan ini dihadiri Bupati Enrekang yang diwakili Asisten I, jajaran Pemerintah Kabupaten Enrekang, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Enrekang, Rektor Universitas Muhammadiyah Enrekang, Ketua PDA Enrekang, organisasi otonom Muhammadiyah, tokoh Persyarikatan, serta keluarga besar ’Aisyiyah.

Dalam amanah Ketua Pimpinan Wilayah ’Aisyiyah Sulawesi Selatan, Milad tidak dimaknai sekadar seremoni tahunan, melainkan ruang muhasabah, konsolidasi, dan penguatan arah gerakan. ’Aisyiyah didorong untuk terus menghadirkan dakwah yang tidak berhenti pada penyampaian ajaran, tetapi nyata dalam pelayanan pendidikan, kesehatan, pemberdayaan, dan kerja sosial yang memberi manfaat luas bagi masyarakat.

Baca Juga :  Program Studi Magister Pendidikan IPS FKIP Universitas Khairun Jalani Asesmen Lapangan LAMDIK

“Milad bukan sekadar penanda bertambahnya usia organisasi,” demikian salah satu penegasan dalam amanah tersebut. Pesan itu menjadi pengingat bahwa perjalanan panjang ’Aisyiyah harus terus diterjemahkan dalam karya yang menjawab persoalan umat.

Ketua PWA Sulsel menegaskan, dakwah kemanusiaan merupakan wujud Islam sebagai rahmat bagi semesta. Karena itu, amal usaha ’Aisyiyah harus menjadi instrumen strategis untuk menghadirkan kasih sayang, keadilan, persaudaraan, perdamaian, serta peradaban yang maju dan bermartabat.

Salah satu titik penting dalam momentum Milad ini adalah penandatanganan nota kesepahaman antara Pimpinan Daerah ’Aisyiyah Enrekang dan Universitas Muhammadiyah Enrekang. Kerja sama tersebut dipandang sebagai langkah strategis untuk mempertemukan kekuatan dakwah dengan ilmu pengetahuan, terutama dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan pemberdayaan perempuan.

Milad ke-109 juga ditandai dengan peluncuran SD ’Aisyiyah 1 Enrekang. Kehadiran sekolah tersebut disebut sebagai kado penting bagi gerakan ’Aisyiyah di Enrekang, sekaligus investasi jangka panjang dalam menyiapkan generasi Qurani, berilmu, berkarakter, dan berkemajuan.

Baca Juga :  Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Dankodaeral VI Hadiri Panen Raya Kedelai Serentak Bersama Presiden RI di Pangkep-Sulsel

Dalam amanah itu, PWA Sulsel mengingatkan bahwa pertumbuhan amal usaha harus selalu diikuti peningkatan mutu. Bertambahnya cabang, ranting, taman kanak-kanak, madrasah, klinik, dan amal usaha lainnya menunjukkan meningkatnya kepercayaan masyarakat kepada ’Aisyiyah. Namun, kepercayaan tersebut juga merupakan amanah yang harus dijawab dengan layanan yang semakin berkualitas.

“Jangan sampai amal usaha bertambah, tetapi mutu pelayanan tidak ikut meningkat,” demikian pesan yang ditekankan dalam amanah Milad tersebut.

Ketua PWA Sulsel juga mengaitkan momentum Milad dengan agenda Persyarikatan menuju Tanwir II, Musypimwil II, Musypimda II, hingga Muktamar 2027. Seluruh struktur ’Aisyiyah didorong untuk tidak hanya membawa laporan administratif, tetapi juga karya nyata yang dapat dirasakan langsung oleh umat.

Melalui Milad ke-109 ini, ’Aisyiyah Enrekang berharap semakin memperkuat posisi sebagai gerakan perempuan Islam berkemajuan. Setiap TK ABA, sekolah, madrasah, klinik, majelis, lembaga, cabang, dan ranting diharapkan menjadi pusat dakwah yang mencerdaskan, memberdayakan, mempersatukan, dan menghadirkan perdamaian di tengah masyarakat. (Den/Why/Ans)

Berita Terkait

Harmita Sari Dorong Dosen Muda UNTIRTA Tembus Jurnal Nasional Terakreditasi dan Internasional Bereputasi
PGSD FKIP Unkhair Ternate Jalani Asesmen Lapangan Akreditasi Lamdik, Rektor Tekankan Penguatan Mutu dan Lulusan
Porprov Sulsel 2026, Gowa Target Lima Besar
Gelar Penyamaan Persepsi Auditor AMI, LPMPP Unkhair Ternate Perkuat Budaya Mutu Perguruan Tinggi
FKIP UNSULBAR Perluas Dampak Pengabdian, 451 Mahasiswa dan Dosen Bergerak Tangani Anak Tidak Sekolah
Menembus Batas Hingga ke Papua, Muh. Afdhal, S.K.M., M.Kes, Dosen Adminkes FIKK UNM di Daulat Sebagai Pemateri Kegiatan Peningkatan Kapasitas Kompetensi Kader Posyandu Bagi 50 Kader Posyandu
MTQ Nasional XXXI di Semarang, Gubernur Kaltara Minta Kafilah Tampil Maksimal dan Jaga Nama Daerah
FKIP UNSULBAR Resmi Launching Unit Edukasi dan Pemberdayaan Masyarakat 

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 17:40 WIB

Harmita Sari Dorong Dosen Muda UNTIRTA Tembus Jurnal Nasional Terakreditasi dan Internasional Bereputasi

Rabu, 16 September 2026 - 15:47 WIB

PGSD FKIP Unkhair Ternate Jalani Asesmen Lapangan Akreditasi Lamdik, Rektor Tekankan Penguatan Mutu dan Lulusan

Selasa, 15 September 2026 - 19:08 WIB

Porprov Sulsel 2026, Gowa Target Lima Besar

Selasa, 15 September 2026 - 13:31 WIB

Gelar Penyamaan Persepsi Auditor AMI, LPMPP Unkhair Ternate Perkuat Budaya Mutu Perguruan Tinggi

Minggu, 13 September 2026 - 15:14 WIB

FKIP UNSULBAR Perluas Dampak Pengabdian, 451 Mahasiswa dan Dosen Bergerak Tangani Anak Tidak Sekolah

Berita Terbaru

POLITIK BAHASA

KBBI Berdaulat: Mesin Pengetahuan untuk Akal Tiruan Indonesia

Rabu, 16 Sep 2026 - 16:12 WIB