ENREKANG, SULAWESI SELATAN (KabarPROFESIANA.co.id) — Pimpinan Daerah (PD) ‘Aisyiyah Kabupaten Enrekang menjadikan Resepsi Milad ke-109 ’Aisyiyah sebagai momentum memperkuat dakwah kemanusiaan melalui pengembangan amal usaha yang unggul, profesional, dan berkemajuan. Kegiatan tersebut berlangsung pada Senin, 6 Juli 2026, bertepatan dengan 21 Muharram 1448 H.
Resepsi Milad ke-109 mengusung tema “Memperkokoh Dakwah Kemanusiaan melalui Amal Usaha Berkemajuan” dengan penekanan pada peran perempuan sebagai syuhadā’ ’alan-nās untuk mewujudkan peradaban damai. Kegiatan ini dihadiri Bupati Enrekang yang diwakili Asisten I, jajaran Pemerintah Kabupaten Enrekang, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Enrekang, Rektor Universitas Muhammadiyah Enrekang, Ketua PDA Enrekang, organisasi otonom Muhammadiyah, tokoh Persyarikatan, serta keluarga besar ’Aisyiyah.
Dalam amanah Ketua Pimpinan Wilayah ’Aisyiyah Sulawesi Selatan, Milad tidak dimaknai sekadar seremoni tahunan, melainkan ruang muhasabah, konsolidasi, dan penguatan arah gerakan. ’Aisyiyah didorong untuk terus menghadirkan dakwah yang tidak berhenti pada penyampaian ajaran, tetapi nyata dalam pelayanan pendidikan, kesehatan, pemberdayaan, dan kerja sosial yang memberi manfaat luas bagi masyarakat.
“Milad bukan sekadar penanda bertambahnya usia organisasi,” demikian salah satu penegasan dalam amanah tersebut. Pesan itu menjadi pengingat bahwa perjalanan panjang ’Aisyiyah harus terus diterjemahkan dalam karya yang menjawab persoalan umat.
Ketua PWA Sulsel menegaskan, dakwah kemanusiaan merupakan wujud Islam sebagai rahmat bagi semesta. Karena itu, amal usaha ’Aisyiyah harus menjadi instrumen strategis untuk menghadirkan kasih sayang, keadilan, persaudaraan, perdamaian, serta peradaban yang maju dan bermartabat.
Salah satu titik penting dalam momentum Milad ini adalah penandatanganan nota kesepahaman antara Pimpinan Daerah ’Aisyiyah Enrekang dan Universitas Muhammadiyah Enrekang. Kerja sama tersebut dipandang sebagai langkah strategis untuk mempertemukan kekuatan dakwah dengan ilmu pengetahuan, terutama dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan pemberdayaan perempuan.
Milad ke-109 juga ditandai dengan peluncuran SD ’Aisyiyah 1 Enrekang. Kehadiran sekolah tersebut disebut sebagai kado penting bagi gerakan ’Aisyiyah di Enrekang, sekaligus investasi jangka panjang dalam menyiapkan generasi Qurani, berilmu, berkarakter, dan berkemajuan.
Dalam amanah itu, PWA Sulsel mengingatkan bahwa pertumbuhan amal usaha harus selalu diikuti peningkatan mutu. Bertambahnya cabang, ranting, taman kanak-kanak, madrasah, klinik, dan amal usaha lainnya menunjukkan meningkatnya kepercayaan masyarakat kepada ’Aisyiyah. Namun, kepercayaan tersebut juga merupakan amanah yang harus dijawab dengan layanan yang semakin berkualitas.
“Jangan sampai amal usaha bertambah, tetapi mutu pelayanan tidak ikut meningkat,” demikian pesan yang ditekankan dalam amanah Milad tersebut.
Ketua PWA Sulsel juga mengaitkan momentum Milad dengan agenda Persyarikatan menuju Tanwir II, Musypimwil II, Musypimda II, hingga Muktamar 2027. Seluruh struktur ’Aisyiyah didorong untuk tidak hanya membawa laporan administratif, tetapi juga karya nyata yang dapat dirasakan langsung oleh umat.
Melalui Milad ke-109 ini, ’Aisyiyah Enrekang berharap semakin memperkuat posisi sebagai gerakan perempuan Islam berkemajuan. Setiap TK ABA, sekolah, madrasah, klinik, majelis, lembaga, cabang, dan ranting diharapkan menjadi pusat dakwah yang mencerdaskan, memberdayakan, mempersatukan, dan menghadirkan perdamaian di tengah masyarakat. (Den/Why/Ans)


























