Pertama di Indonesia, BAZNAS Sembelih Hewan DAM Haji

- Penulis

Minggu, 5 Juli 2026 - 20:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Makassar, Kabar PROFESIANA,co,id:

DAM haji  adalah denda atau tebusan yang wajib dibayarkan oleh jemaah saat menunaikan ibadah haji atau umrah. Denda ini akibat melanggar aturan ihram, meninggalkan wajib haji, atau menjalankan ibadah tertentu (seperti haji Tamattu’ dan Qiran). Denda ini berupa menyembelih hewan (kambing, sapi, unta) atau berpuasa. Kini hewan DAM haji bisa disembelih di daerah asal. Di Makassar misalnya.

Walikota Makassar diwakili Kepala Dinas Perikanan dan Pertanian, Aulia Arsyad,S.STP,M.Si mengapresiasi Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar menyelenggaran penyembelihan sapi sebanyak 94 ekor dan 6 ekor kambing.

Daging sapi dan kambing  dari DAM haji 2026 itu kemudian didistribusikan kepada kaum dhuafa di Ibukota Sulawesi Selatan ini.Apresiasi Kepala Dinas Perikan dan Pertanian itu, di sela sela pembukaan penyembelihan hewan di Rumah Pemotongan Hewan (RTH) Antang, Ahad Ahad, 6 Juli. Hadir di antaranya mewakli Kakanwil Haji dan Umroh Provinsi Sulawesi Selatan (H.Rizkayadi), mewakili Kakanwil Haji dan Umroh Provinsi Sulawesi Barat. Plt.Ketua BAZNAS Sulsel (Riswan Ilyas), Kabag Kesa Kota Makassar (Muh.Syarief), Ketua FK-KBIHU Sulawesi Selatan, Drs.H.Guntur Mas’u,  Camat Ujung Tanah-Andi Unru,S.STP,S.AP,M.A.P, Camat Manggala– Ahmad,S.Sos, dan lainnya.

“Tentunya Pemerintah Kota Makassar, mengapresiasi BAZNAS Makassar, lantaran lembaga amil ini begitu banyak melahirkan program program yang bersentuhan dengan masyarakat kurang mampu. Langkah yang dilakukan BAZNAS Makassar merupakan representasi nyata dari kepedulian sosial yang demikian dibutuhkan ummat Islam,” tuturnya.

Aulia Arsyad mengemukakan, BAZNAS Makassar hari ini telah melakukan langkah baru, khususnya  menyelenggarakan penyembelihan sekaligus pendistribusian daging segar kepada kaum dhuafa.

“Perlu diingat bahwa, kegiatan ini merupakan representasi nyata dari kepedulian sosial yang sangat dibutuhkan. Ini pula bukan sekadar menyembelih sapi, tetapi bagaimana semangat berbagi dan nilai nilai kemanusiaan ditebar untuk meringankan beban sesama,” ujarnya.

Baca Juga :  Angkat Bendera Start, Dankodaeral VI Bersama Forkopimda Sulsel Lepas Ribuan Peserta Elit Marathon HUT TNI Ke-80 Tahun 2025.

Pernyataan senada dikemukakan baik oleh Kakanwil Haji dan Umrah Sulsel, H.Rizkayadi, maupun Plt Ketua BAZNAS Sulsel, Riswan Ilyas.

Riswan Ilyas menambahkan, penyembelihan dan pendistribusian daging sapi kepada kaum muslimin yang kurang mampu memberikan dampak sosial yang luas.  Ia mengakui, pengelolaan DAM semakin profesional dan transparan, serta memberikan manfaat besar bagi ummat.

Ketua BAZNAS Kota Makassar, Dr.H.M.Ashar Tamanggong mengemukakan, penyembelihan ke-94 sapi dan 6 kambing ini merupakan pertama kali dilakukan di Indonesia. Pasalnya, sebelumnya, pemotongan hewan khususnya DAM haji dilakukan di tanah suci Mekkah.

Lantas mengapa dilakukan di daerah asal jemaah haji? HM Ashar Tamanggong menjelaskan, selain telah melalui berbagai kajian para ulama baik di tanah suci mekkah, maupun di Indonesia penyembelihan itu sah.

“Ibadah haji adalah puncak kerinduan spiritual. Namun, dalam prosesinya, terdapat rangkaian manasik yang mengharuskan jamaah membayar DAM. Dan mulai tahun ini para  ulama memberikan ruang ijtihad DAM bisa disembelih di tanah asal jemaah haji. Di Makassar misalnya,” ujarnya.

Tetapi, jika ada yang menyembelih di Mekkah disilahkan. Yang mau menyembelih di tanah air disilahkan. Yang BAZNAS tidak boleh lakukan adalah, jangan mengajak jamaah menyembelih di Indonesia. Dan, jangan menolak jemaah haji mau menyembelih di BAZNAS. Jadi, ketika ada yang mau menitipkan amanah, tentunya BAZNAS harus menerima, dan memfasilitasi. Karena BAZNAS itu perpanjangan tangan pemerintah.

Penyembelihan DAM haji melalui BAZNAS Makassar adalah langkah cerdas yang tetap berpijak pada koridor fikih. Selama proses penyembelihan dan pendistribusian tetap dilakukan sesuai syariat, maka praktik ini menjadi solusi yang memudahkan jamaah dalam menyempurnakan kewajiban agamanya.

ATM—sapaan akrab da’i kondang ini melihat, BAZNAS Makassar berperan sebagai lembaga pengelola yang memastikan alur distribusi tepat sasaran sesuai kaidah zakat dan sedekah, sementara FK KBIHU menjadi mitra strategis yang menjembatani para jemaah dengan program DAM.

Baca Juga :  Ormas Elang Timur Buka Puasa dan Salurkan Sembako

Seperti diketahui, besaran biaya Dam sebesar Rp2,5 juta perjamaah, dan untuk satu sapi sebanyak 7 orang.  Biaya tersebut sudah termasuk pengadaan sapi, operasional penyembelihan, biaya pengulitan dan pencincangan daging, hingga biaya pendistribusian kepada kaum dhuafa. Nilai spesifikasi bobot sapi minimal 80 kg.

Daging daging ini didistribusikan di seluruh 15 kecamatan dan di selruuh keluarahan di Makassar. Tenggang waktu penyembelihan dan distribusi dilakukan selama tiga hari, yakni Ahad, Selasa, dan Rabu (6,8, dan 9) Juli 2026.

Seperti diketahui, langkah yang lakukan bersama FK-KBIHU ini, merupakan prototipe model pengelolaan dana keagamaan yang profesional. Di tengah tantangan zaman, sinergi antara lembaga amil zakat dengan kelompok bimbingan ibadah memberikan rasa nyaman bagi jemaah. Jemaah kini tidak perlu khawatir mengenai tata kelola Dam mereka, karena semuanya telah tersistematisasi dengan rapi dan lebih baik.

Ketua FK-KBIHU Sulawesi Selatan, Drs.H.Guntur Mas’ud,MM. Ia menambahkan, kerjasama dengan BAZNAS Makassar ini merupakan langkah awal yang baik. Besar harapan, kiranya pemerintah Indonesia dan seluruh kaum muslimin, utamanya yang melaksanakan ibadah haji memanfaatkan daging daging Dam kepada kaum dhuafa di daerah asal jemaah sendiri.

Drs.H. Guntur Mas’ud, MM pernah mengatakan, pelaksanaan pemotongan hewan qurban di tanah air, salah satunya di Makassar tepat sasaran. Sebab, jelasnya, selama ini pemotongan qurban di tanah suci, namun dagingnya selain dibagikan kepada fakir miskin di sana, juga sisanya dikirim ke negara asal jemaah haji, termasuk negara negara miskin. (ozan)

Berita Terkait

Pimpinan BAZNAS Makassar dan Dinas Sosial Perkuat Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional
PKKMB S1 Pendidikan IPS UNM, Langkah Awal Mahasiswa Baru Menuju Generasi Pendidik Berkarakter
Sebanyak 164 Mahasiswa Baru BK FIP UNM Ikuti PKKMB 2026, Dorong Jadi Sarjana Berprestasi dan Intelektual Muda
Prof Andis Mewakili Rektor Unismuh Makassar Hadiri Semiloka Nasional Pimpinan PTN dan PTS Bahas Pendidikan Guru
Menjaga Maruah Organisasi, PWI Sulsel Komitmen Layani dan Tertibkan Administrasi Anggota
Sinergi Dua Pilar Media: Cara PWI Sulsel dan RRI Makassar Rawat Kualitas Informasi Publik
Belajar dari Universiti Teknologi Malaysia, Pendidikan Sosiologi Unismuh Makassar Dorong Kolaborasi Berdampak untuk Perkuat Daya Saing Global
Puncak Perayaan HUT Kodaeral Tahun 2026 di Makassar berlangsung Meriah dan Megah

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 21:44 WIB

Pimpinan BAZNAS Makassar dan Dinas Sosial Perkuat Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional

Minggu, 16 Agustus 2026 - 08:27 WIB

PKKMB S1 Pendidikan IPS UNM, Langkah Awal Mahasiswa Baru Menuju Generasi Pendidik Berkarakter

Minggu, 16 Agustus 2026 - 08:23 WIB

Sebanyak 164 Mahasiswa Baru BK FIP UNM Ikuti PKKMB 2026, Dorong Jadi Sarjana Berprestasi dan Intelektual Muda

Minggu, 16 Agustus 2026 - 08:19 WIB

Prof Andis Mewakili Rektor Unismuh Makassar Hadiri Semiloka Nasional Pimpinan PTN dan PTS Bahas Pendidikan Guru

Kamis, 13 Agustus 2026 - 13:14 WIB

Menjaga Maruah Organisasi, PWI Sulsel Komitmen Layani dan Tertibkan Administrasi Anggota

Berita Terbaru