Makassar, Kabar PROFESIANA,co,id:
BAZNAS Kota Makassar menyerahkan bantuan kursi roda kepada Sahari. Perempuan Lansia dhuafa, warga Jalan Barukang V, RW 003, Kelurahan Pattingaloang Baru, Tallo yang tidak mampu secara finansial inipun senang. Karena di setiap putaran roda kursi tersebut, ada doa-doa tulus yang bergemuruh dari hati para Lansia dhuafa, mendoakan kebaikan dan keberkahan.
Kabag II BAZNAS, Nabil Salim, didampingi dua staf pelaksana H. Arifuddin dan Syarifuddin pattisahusiwa, serta mahasiswa magang Kampus STAI Al-Azhar Gowa, Nur Faidzi, Rabu 230 September 2026 mengemukakan, saat tim BAZNAS membawa kursi roda baru, suasana haru langsung memenuhi ruangan kecil, tempat Sahari dan keluarganya menetap.
Ketika Sahara pertama kali didudukkan di atas kursi roda, dan didorong untuk merasakan hangatnya sinar matahari, maka terlihat senyuman tulus yang telah lama hilang, akhirnya kembali merekah di wajahnya. Di sisi lain, langkah BAZNAS ini membuktikan bahwa zakat bukan hanya tentang ibadah ritual semata, melainkan instrumen sosial yang memiliki kekuatan transformatif—mengubah air mata kesedihan menjadi senyuman kebahagiaan.
“Bagi seorang Lansia dhuafa yang telah tidak mampu berjalan, kursi roda adalah simbol kebebasan dan martabat. Karena itu, saat diserahkan, nenek Sahari mengumbar senyum, sehingga membuat warga sekitar pun ikut senang,” tuturnya, disaksikan Ketua RW oo3 Rusdi.
Di bagian lain Nabil mengakui, bantuan kursi roda kepada Sahari diawali dengan pengajuan bantuan dari salah seorang warga Barukang V, kemudian ditindaklanjuti dengan asesmen yang cemat oleh tim bidang II. Asesmen itu guna memastikan bahwa bantuan benar-benar jatuh kepada manula dari keluarga dhuafa.
“Harga sebuah kursi roda mungkin tidak seberapa bagi sebagian orang, tetapi bagi keluarga dhuafa, itu adalah barang mewah yang mustahil terbeli di tengah himpitan kebutuhan makan sehari-hari,” urai Nabil, seraya menambahkan, bantuan biaya kursi roda ini merupakan wujud nyata dari amanah para muzaki yang dititipkan melalui BAZNAS Kota Makassar. Setiap rupiah zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang dihimpun, dikelola secara profesional untuk menyentuh mereka yang paling membutuhkan,” ujarnya.
Sebelum menutup pernyataannya, Nabil Salim mengaku, bantuan kepada dhuafa tidak terlepas dari visi BAZNAS Kota Makassar 2026-2031 yaitu, “Mewujudkan Tata Kelola Zakat Yang Amanah, Profesional, Inklusif dan Berdampak”. Visi ini relevan dengan visi Pemkot Makassar “Makassar Unggul, Inklusif, Aman dan Berkelanjutan”. (din pattisahusiwa)


























