MAKASSAR, SULAWESI SELATAN (Kabar PROFESIANA.co.id) — Raihan gelar doktor bagi Muhammad Tamrin penuh suka dan duka. Betapa tidak, ketika berniat untuk melanjutkan jenjang pendidikan doktor, sangat disadari hanya berbekal doa dan tekad.
Pernyataan itu disampaikan istri dari Muhammad Tamrin ketika memberi testimoni mewakili Rektor Universitas Islam Ahmad Dahlan (UIAD) Sinjai mengatakan kalau suaminya seorang pekerja keras, rendah hati, tawaddu, dan cinta pada istri dan anak.
“Pak Tamrin adalah seorang pekerja keras. Selama ini selain jadi dosen luar biasa (LB) di UIAD Sinjai, juga menjabat sekretaris desa. Bahkan, bekerja di ladang dan sawah. Itulah rutinitas sehari-hari yang dilakukan,” kata Dr. Atmaranie Dewi Purnama, S.Pd., M.Pd.
Saking cintanya dengan Universitas Negeri Makassar (UNM), pasangan suami istri ini menempuh pendidikan jenjang sarjana, magister, dan doktor dijalani di UNM.
Muhammad Tamrin mempertahankan riset disertasinya berjudul “Pengembangan Bahan Ajar Sepak Takraw Berbasis Audiovisual untuk Meningkatkan Hasil Belajar Murid Sekolah Dasar” di depan Dewan Penguji yang dipimpin Wakil Direktur Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Program Pascasarjana (PPS), Prof. Dr. Wahira, M.Pd. pada Kamis (5/2/2026) di Aula Gedung AD Lantai 5.
Anggota penguji masing-masing: Prof.Dr. Andi Ikhsan, M.Kes. sebagai promotor, Prof.Dr. Juhannis Ajju, M.Pd. sebagai kopromotor, Prof.Dr. Abdullah Pandang, M.Pd., Prof.Dr. Anshari, M.Hum., Dr. Suwardi, M.Pd., dan Dr. Ramli, M.Pd. sebagai penguji internal serta Dr. Abdul Wahid, M.Pd.
Simpulan penelitian Muhammad Tamrin, yaitu pengembangan bahan ajar berbasis audiovisual dinyatakan valid, praktis, dan efektif digunakan dalam pembelajaran pendidikan jasmani di sekolah dasar. Ia juga menghasilkan produk bahan ajar cetak dan digital.
Seusai menjawab sanggahan, bantahan, dan tanggapan dewan penguji, ia dinyatakan lulus dengan memeroleh Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,82 dan predikat kelulusan pujian atau cumlaude. Ia tercatat sebagai doktor ke-1685 di PPS dan ke-331 di Prodi Ilmu Pendidikan. (Ans/Why)


























