Olah Limbah Organik Jadi Maggot, PPLH Puntondo Didorong Kembangkan Pengelolaan Sampah Berkelanjutan

- Penulis

Selasa, 1 September 2026 - 05:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Takalar, Kabar PROFESIANA,co,id:

Limbah organik yang selama ini kerap dianggap sebagai masalah ternyata dapat diolah menjadi sesuatu yang bernilai. Hal inilah yang diperkenalkan melalui kegiatan pelatihan dan pendampingan produksi maggot (Hermetia illucens) yang digelar di PPLH Puntondo, Kabupaten Takalar. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini menjadi salah satu upaya untuk mengenalkan alternatif pengelolaan sampah organik yang lebih ramah lingkungan dan mudah diterapkan oleh masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, peserta tidak hanya mendapatkan penjelasan mengenai maggot dan manfaatnya, tetapi juga diajak melihat secara langsung bagaimana limbah organik dapat dimanfaatkan sebagai bagian dari proses budidaya maggot. Penyampaian materi dilakukan secara interaktif melalui diskusi, demonstrasi, dan praktik langsung. Para peserta terlihat antusias mengikuti setiap tahapan kegiatan. Mereka berdiskusi mengenai persoalan sampah organik yang ditemui di lingkungan sekitar sekaligus mempelajari cara memanfaatkannya melalui budidaya Black Soldier Fly (BSF).
Maggot BSF dikenal memiliki kemampuan mengonsumsi berbagai jenis bahan organik. Karena itu, budidaya maggot dapat menjadi salah satu pilihan dalam mengurangi limbah organik sekaligus menghasilkan biomassa yang memiliki nilai guna.
“Kami ingin masyarakat tidak hanya melihat sampah sebagai sesuatu yang harus dibuang, tetapi juga melihat adanya potensi yang bisa dimanfaatkan,” ujar tim pelaksana kegiatan.

Baca Juga :  SMAN 1 Barru Tingkatkan Kapasitas 70 Guru dalam Pembelajaran Kokurikuler melalui Program Generasi Terampil


Melalui pelatihan ini, peserta diperkenalkan pada tahapan dasar budidaya maggot, mulai dari pemanfaatan limbah organik sebagai pakan hingga cara pemeliharaan maggot. Pendekatan praktik dipilih agar pengetahuan yang diberikan lebih mudah dipahami dan dapat diterapkan setelah kegiatan selesai. Selain memberikan manfaat bagi lingkungan, budidaya maggot juga memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai kegiatan produktif. Maggot dapat dimanfaatkan sebagai pakan alternatif, sehingga pengelolaan limbah organik dapat diarahkan menjadi bagian dari kegiatan yang memiliki nilai ekonomi.
Kegiatan di PPLH Puntondo ini diharapkan tidak berhenti pada pelatihan. Pendampingan dan penerapan secara berkelanjutan menjadi bagian penting agar keterampilan yang telah diperoleh dapat terus dikembangkan oleh masyarakat.
Dengan memanfaatkan limbah organik melalui budidaya maggot, masyarakat diharapkan dapat mengambil peran lebih aktif dalam mengurangi permasalahan sampah sekaligus membangun pola pengelolaan lingkungan yang lebih mandiri dan berkelanjutan. Kegiatan tersebut juga menjadi langkah kecil untuk memperkenalkan konsep ekonomi sirkular di tingkat masyarakat, di mana limbah tidak selalu berakhir sebagai sampah, tetapi dapat diolah kembali menjadi sumber daya yang bermanfaat.

Berita Terkait

Tim PKM UNM Dampingi Komunitas Bibit Indonesia Terapkan Monitoring Denyut Jantung Berbasis AI untuk Tingkatkan VO₂max
Unismuh Gandeng Pemkab Selayar: Teken Kerja Sama Pendidikan, Riset, dan Pengabdian Diarahkan Jawab Kebutuhan Daerah
Perkuat Ruang Pertukaran Gagasan dan Pendidikan Arsitektur dalam Perspektif Global, Prodi Arsitektur Unkhair Ternate Gelar International Architecture Academic Forum 2026
Tim Pengabdi Unsulbar Gelar Pelatihan Strategi Play Based Learning Berbasis Artificial Intelligence bagi Guru SD IT Tahfizul Qur’an Majene
Bukan Sekadar Seremonial, Kirab 2.026 Meter Jadi Simbol Kuat Persatuan Masyarakat Kaltara
Perkuat Kompetensi Akademik, PGSD FKIP Unsulbar Gelar Workshop Nasional Penulisan Artikel Ilmiah Bereputasi
Riset BRIN Dorong Pelestarian Budaya Toraja melalui Pendidikan Multilingual Berbasis Kearifan Lokal
Seminar Nasional Transformasi City Gallery sebagai Ruang Inklusif Sukses Digelar Unkhair, Pemkot Ternate, dan JKPI

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 05:29 WIB

Olah Limbah Organik Jadi Maggot, PPLH Puntondo Didorong Kembangkan Pengelolaan Sampah Berkelanjutan

Senin, 31 Agustus 2026 - 16:25 WIB

Tim PKM UNM Dampingi Komunitas Bibit Indonesia Terapkan Monitoring Denyut Jantung Berbasis AI untuk Tingkatkan VO₂max

Senin, 31 Agustus 2026 - 08:06 WIB

Unismuh Gandeng Pemkab Selayar: Teken Kerja Sama Pendidikan, Riset, dan Pengabdian Diarahkan Jawab Kebutuhan Daerah

Minggu, 30 Agustus 2026 - 15:20 WIB

Tim Pengabdi Unsulbar Gelar Pelatihan Strategi Play Based Learning Berbasis Artificial Intelligence bagi Guru SD IT Tahfizul Qur’an Majene

Minggu, 30 Agustus 2026 - 07:57 WIB

Bukan Sekadar Seremonial, Kirab 2.026 Meter Jadi Simbol Kuat Persatuan Masyarakat Kaltara

Berita Terbaru