MAKASSAR, SULAWESI SELATAN (Kabar PROFESIANA.co.id) – Progam Doktor (S-3) Ilmu Pendidikan Bahasa Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM) menyelenggarakan kuliah umum bertajuk “Genealogi Ilmu Pendidikan Bahasa Indonesia: Dari Episteme Klasik hingga Epistemologi Digital”, di Ruang Rapat Gedung DA Lt. 2, Kampus Parangtambung (Senin, 6/7/2026). Kegiatan ini menghadirkan Prof. Dr. Ahmad Rofiuddin, M.Pd. , Guru Besar Universitas Negeri Malang (UM) sekaligus sebagai Rektor UM Periode 2012-2022, sebagai narasumber utama.
Dekan FBS UNM, Prof. Dr. Anshari, M.Hum., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Menurutnya, kuliah tamu ini menjadi gerbang strategis bagi mahasiswa S2 dan S3 untuk membangkitkan ide dan gagasan penelitian, baik dalam bentuk tesis maupun disertasi.
“Kegiatan ini penting untuk membuka wawasan akademik, juga mendorong mahasiswa untuk berpikir kritis dan kreatif dalam merancang penelitian yang bermakna,” ujarnya.
Ia juga menekankan, kegiatan semacam ini sejalan dengan komitmen fakultas untuk menguatkan kapasitas akademik mahasiswa pascasarjana, memperluas jejaring ilmiah, dan meningkatkan kualitas penelitian di bidang pendidikan bahasa.
Dalam pemaparannya, Prof. Ahmad Rofiuddin menekankan pentingnya melihat Pendidikan Bahasa Indonesia sebagai disiplin ilmu yang epistemik-humanistik, bukan sekadar alat pengajaran.
“Tanpa menyadari konteks sejarah dan perkembangan epistemik, ilmu kehilangan maknanya dan hanya menjadi teknik mekanis. Oleh karena itu, pendekatan genealogis penting: ia tidak hanya bertanya “Apa itu ilmu?” tetapi juga menelaah validitas, otoritas, dan transformasi pengetahuan,” terang Pakar Filsfat Bahasa itu.
Prof. Rofiuddin menambahkan, penelitian magister maupun doktoral tidak boleh hanya menjadi pengulangan metode statistik atau data permukaan akan tetapi sebaliknya, harus menyadari sejarah, teori, etika, dan ekosistem bahasa masa depan.
“Dalam era digital, transformasi ekologi pengetahuan melalui AI generatif, big data, dan teks multimodal menghadirkan peluang sekaligus risiko. Mahasiswa harus mampu memanfaatkan teknologi sebagai mitra eksplorasi ide dan kurator data, tetapi tetap menjaga integritas, phronesis, dan tanggung jawab moral,” pungkasnya.
Hadir pula dalam kegiatan tersebut, Wakil Dekan II FBS UNM, Prof. Dr. Sultan, para kaprodi S2 dan S3, serta sejumlah dosen FBS UNM. Mahasiswa diberikan kesempatan untuk berdiskusi dan menanyakan pertanyaan langsung kepada narasumber, sehingga kuliah umum ini menjadi ruang inspiratif untuk mengembangkan kerangka penelitian, metodologi, dan topik tesis maupun disertasi.
Kegiatan ini ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif dan foto bersama. (Asr/Why/Ans)


























