Dosen FBS UNM Gelar Diskusi Kelompok Terpumpun Bersama Jurnalis untuk Perkuat Pemberitaan Isu Perubahan Iklim

- Penulis

Minggu, 5 Juli 2026 - 05:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAKASSAR, SULAWESI SELATAN (KabarPROFESIANA.co.id)– Dosen Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM), Yusri, bersama tim peneliti menyelenggarakan Diskusi Kelompok Terpumpun bersama jurnalis media sebagai bagian dari penyusunan panduan pemberitaan isu perubahan iklim yang lebih efektif, edukatif, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat pada Sabtu, 4 Juli 2026.

Kegiatan yang berlangsung di Hotel Remcy Makassar ini diikuti oleh 15 jurnalis dari berbagai lembaga media di Sulawesi Selatan. Para peserta dipilih karena memiliki pengalaman dalam peliputan berbagai isu publik, sehingga diharapkan mampu memberikan masukan berdasarkan praktik jurnalistik yang mereka lakukan di lapangan.

Diskusi ini menjadi ruang kolaborasi antara akademisi dan praktisi media untuk membahas tantangan, peluang, serta strategi dalam mengembangkan pemberitaan perubahan iklim yang mampu meningkatkan kesadaran masyarakat. Berbagai isu didiskusikan, mulai dari proses penentuan nilai berita, pemilihan sudut pandang, hingga cara menyampaikan informasi ilmiah agar lebih mudah dipahami dan menarik bagi masyarakat luas.

Ketua peneliti, Yusri, menjelaskan bahwa media memiliki peran yang sangat strategis dalam membangun pemahaman masyarakat terhadap perubahan iklim. Menurutnya, perubahan iklim bukan lagi sekadar isu lingkungan, melainkan telah menjadi isu global sekaligus salah satu isu prioritas pemerintah yang memerlukan dukungan berbagai pihak, termasuk media massa.

Baca Juga :  Plt. Rektor UNM Ceramah Ramadan Perdana di Musala Pinisi, Tekankan Pemimpin Jaga Amanah

“Media memiliki kekuatan untuk membentuk cara masyarakat memahami suatu persoalan. Oleh karena itu, pemberitaan mengenai perubahan iklim perlu dikemas secara menarik, kontekstual, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari agar tidak hanya memberikan informasi, tetapi juga mampu meningkatkan kesadaran dan mendorong perubahan perilaku masyarakat,” ujar Yusri.

Ia menambahkan bahwa salah satu tantangan yang dihadapi media saat ini adalah menjadikan isu perubahan iklim tetap memiliki daya tarik di tengah dominasi pemberitaan politik, kriminalitas, dan hiburan. Maka dari itu, perspektif dan pengalaman para jurnalis menjadi masukan penting dalam menyusun panduan pemberitaan yang sesuai dengan dinamika ruang redaksi sekaligus tetap memenuhi kebutuhan informasi publik.

Selama diskusi, para jurnalis juga berbagi pengalaman mengenai faktor-faktor yang memengaruhi keputusan redaksi dalam mengangkat isu perubahan iklim. Selain itu, mereka mendiskusikan berbagai strategi agar isu tersebut lebih menarik bagi pembaca, seperti menghadirkan kisah-kisah human interest, mengaitkan dampak perubahan iklim dengan kehidupan masyarakat lokal, memanfaatkan data yang kredibel, serta menonjolkan solusi dan praktik baik yang dapat menginspirasi publik.

Baca Juga :  UNM Kunjungan Benchmarking ke UPI Bandung, Diskusi Tatakelola Fast Track dan PDMSU

Kegiatan ini merupakan bagian dari penelitian yang dilaksanakan oleh dosen FBS UNM bersama tim dengan dukungan pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).

Melalui hasil penelitian ini, tim peneliti berharap dapat menghasilkan panduan pemberitaan isu perubahan iklim yang dapat menjadi referensi bagi insan media dalam menyampaikan informasi secara lebih efektif, akurat, dan edukatif. Panduan tersebut diharapkan turut mendukung upaya pemerintah dalam meningkatkan literasi masyarakat mengenai perubahan iklim sekaligus memperkuat peran media sebagai mitra strategis dalam mendorong pembangunan berkelanjutan. (Den/Ans/Why)

Berita Terkait

UNM Terapkan Kurikulum dan CPL Terstandar, WR I Prof. Aslinda Gagas Transformasi Sistem Akademik 
Buka Lokakarya Kurikulum dan CPL Terstandar, Prof. Farida Tekankan Kurikulum Harus Sesuai Kebutuhan 
Panitia Seleksi Mandiri UNM 2026 Tetapkan 24 Orang Penilai Berintegritas, WR 1 Prof. Aslinda Yakin Penilaian Portofolio Olahraga dan Seni Akuntabel
Tingkatkan Kepercayaan Publik, Program Doktor Administrasi Pendidikan FIP UNM Raih Akreditasi Unggul dari LAMDIK
FK UNM Gelar Tes MMPI, WR I Bidang Akademik, Prof. Aslinda Tekankan Rasa Percaya Diri dan Integritas 
Konsulat Australia di Makassar Jajaki Kolaborasi dengan FBS UNM, Telusuri Jejak Bahasa Bugis-Makassar di Suku Aborigin
Ujian Disertasi FBS UNM Hadirkan Penguji Eksternal dari Chiang Mai University Thailand
Seleksi Mandiri UNM Diikuti 5.351 Peserta, Prof Farida Tegaskan Tidak Ada Ruang Intervensi

Berita Terkait

Minggu, 5 Juli 2026 - 05:24 WIB

Dosen FBS UNM Gelar Diskusi Kelompok Terpumpun Bersama Jurnalis untuk Perkuat Pemberitaan Isu Perubahan Iklim

Sabtu, 4 Juli 2026 - 19:08 WIB

UNM Terapkan Kurikulum dan CPL Terstandar, WR I Prof. Aslinda Gagas Transformasi Sistem Akademik 

Jumat, 3 Juli 2026 - 12:42 WIB

Panitia Seleksi Mandiri UNM 2026 Tetapkan 24 Orang Penilai Berintegritas, WR 1 Prof. Aslinda Yakin Penilaian Portofolio Olahraga dan Seni Akuntabel

Kamis, 2 Juli 2026 - 17:53 WIB

Tingkatkan Kepercayaan Publik, Program Doktor Administrasi Pendidikan FIP UNM Raih Akreditasi Unggul dari LAMDIK

Kamis, 2 Juli 2026 - 12:22 WIB

FK UNM Gelar Tes MMPI, WR I Bidang Akademik, Prof. Aslinda Tekankan Rasa Percaya Diri dan Integritas 

Berita Terbaru

Ekonomi dan Bisnis

Pertama di Indonesia, BAZNAS Sembelih Hewan DAM Haji

Minggu, 5 Jul 2026 - 20:40 WIB